Rabu, 12 Maret 2014

Seperti Biasanya

Indi mencoba membuka jendela kamarnya. Merasakan angin yang semilir menerpa wajahnya. Tempat yang sangat indah dan sangat dia impikan memang untuk hidup di sebuah rumah yang dekat dengan pegunungan.  Jam menunjukkan pukul 4 sore.
     
      Seperti biasanya. pikirnya.

Indi berjalan ke dapur untuk mengambil 2 cangkir teh dan membawanya menuju halaman rumah. Sejenak Ia berhenti untuk memandang pohon yang berada didepannya. Hanya ada 1, namun tinggi dan besar. Menyenangkan. Kemudian Indi melanjutkan langkahnya menuju meja putih bundar dengan 2 kursi yang saling berhadapan di dekat pohon. Ia meletakkan cangkir tehnya masing-masing di atas meja, dan Indipun menarik kursinya untuk duduk. Kembali Ia melihat pemandangan sekitar. Bunga - bunga yang berada di tamannya kini sudah tumbuh banyak, Indi sangat menyukai berbagai macam bunga, dan dia selalu merawatnya dengan baik sehingga dia akan selalu bisa menikmati keindahan bunganya.

Jauh didepan Indi juga bisa melihat gunung layaknya lukisan nyata. Sesekali Ia menyeruput teh hangatnya, lalu tersenyum ke arah kursi yang didepannya.
"Kita akan selalu menikmatinya Ar. Seperti biasanya". Ungkap Indi dengan senyum simpulnya. "Waktu berjalan sangat cepat bukan ? Namun aku selalu bisa menikmatinya dan tidak akan berubah, karena aku menyukainya.......". Indi meletakkan cangkirnya "....dan menyukaimu tentunya". Indi menyelesaikan kalimatnya tanpa jawaban. Seperti biasanya.
"Kamu adalah yang terbaik. Dan aku berharap di kehidupan mendatang kita akan dipertemukan sebagai teman hidup lagi. Aku merindukanmu. Seperti biasanya". Indi bangkit dari duduknya dan mengambil sebuah figura didepannya. Ia mengamati setiap detail wajah Arga, suaminya yang sudah meninggal 5 tahun yang lalu.
Matahari sudah mulai menghilang dibalik pegunungan, Indi memeluk foto Arga dan berlalu masuk.

Senja menyisakan secangkir kosong dan secangkir teh yang sudah mendingin.

Rabu, 05 Februari 2014

Terlambatnya Hati

Ada istilah yang mengatakan 'Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali' sepertinya memang benar adanya. Namun keterlambatan hati tak bisa ditoleransi.

Kata-kata itu tiba-tiba saja muncul diingatanku. Ahh, mungkin aku memang terlalu lama meresponnya. Pikirku dalam hati sambil sesekali membuka foto yang Ia pajang dengan kekasihnya di sebuah aplikasi chatting.

                                    ~3 Bulan sebelumnya~

"Aku tunggu sampai kamu pulang, temani aku jalan-jalan Ra, mumpun aku lagi pulang". Seseorang berbicara denganku via telepon. Aku masih sibuk dengan buku-buku tugas yang berserakan. Sekolah hari ini sangat melelahkan sepertinya. Namun aku senang karna Reno mengajakku pergi. Dia teman baikku yang kebetulan bekerja di luar kota, namun kali ini ia mempunyai kesempatan untuk pulang kerumah dan kesempatan itu Ia gunakan untuk mengajakku melepas penat.
"Oke Ren, tunggu bentar yahh. Sejam lagi aku kelar. Bye!". Aku menutup teleponku, dan kembali membereskan urusan sekolah hari ini.

 ~~~

"Ohh Ren, udah disini aja kamu". Reno hanya tersenyum sambil mengacak-ngacak rambutku. "Ya ampunnn Renoooo, kebiasaan lama masih ngga ilang yahh". Aku berusaha menyingkirkan tangannya kemudian mendorong tubuhnya untuk masuk ke sebuah Cafe. Kami memang sengaja membuat janji untuk bertemu langsung ditempat. "Hahaha, kangen abisnya sama kamu Ra. Trus jawabannya apaan Ra ?". Reno langsung menodongkan pertanyaan yang selalu sulit untuk ku jawab. Ia sudah berada di kursinya, duduk manis dengan memandangku menunggu jawaban. "Apaan sih". Jawabku sekenanya. "Tentang perasaanku ke kamu Ra, gimana jawabannya ?". Aku masih saja memainkan minuman dihadapanku. Dudukku seperti tak tenang. Harus kujawab apa. Aku masih saja berpikir hingga tiba-tiba saja pandanganku beralih pada ponsel yang dipegang Reno. Ia terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Bahkan sampa disaat penting seperti ini. "Ra, kayaknya kita harus balik sekarang deh. Mendadak aku harus balik ke Surabaya. Penting". Ucapnya. Reno sudah berdiri siap untuk segera pergi. Aku hanya tersenyum, "Duluan aja Ren, aku masih pengen disini. Lattenya enak nih, nanggung". Candaku. Seakan mengerti maksudku, Reno memelukku dan pergi. "Aku menyukaiku Ra".
"Aku juga...". Ucapku, sedetik setelah Reno pergi meninggalkanku.

Kamis, 30 Januari 2014

Penyelamat (?) ku

"Pernah ngga ngerasain delusional ??
Keadaan dimana kita yakin sama sesuatu tapi ngga punya bukti nyata bahwa itu bener adanya.
Saya pernah."

Kejadian ini sebenernya udah lumayan lama, sekitar hampir 7 tahunan yang lalu. Cuma tiba-tiba aja pengen aku posting aja. Kadang masih suka mikirin itu beneran apa ngga. Jadi, dulu pas SMA ikutan ektra Pecinta Alam gitu *sok banget kan?* hahaha. Nah, waktu itu kita ngadain muncak ke Gunung Ungaran. Perjalanan sengaja dimulai malem, biar pas sampe puncak fajar buat ngeliat matahari terbit. Berangkat awal kita sore sampe di Pos Mawar (kalau ngga salah inget) itu sekitar magrib. Trus mulai ngelanjut perjalanan lagi sekitar jam 8 maleman. Rame-rame gitu, sama adek dan kakak kelas. Perkiraan bakal sampe di tempat perkemahan itu tengah malem, biar bisa istirahat trus sebelum fajar kita uda ke puncak. Disini aku juga mau nekanin kalo pendaki itu uda kayak sodara sendiri menurutku (kebetulan ini pengalaman pertama, sebelumnya ke Gunung Merbabu cuma di kaki gunung aja buat Diksar). Jadi, setiap kita ketemu sama pendaki yang lain, kita saling tegur sapa, memperingatkan untuk selalu hati-hati, dan caranyapun sopan.
Perjalanan semakin terasa sepi ketika jarak antara 1 sama yang lainnya agak jauh. Bisa dibilang aku paling ketinggalan dibelakang. Udah yang ngerasa capek, berkali-kali juga jalan sambil makan gula jawa. Nah, disini ini yang aku bilang ngalamin delusional. Maklum, aku ini sebenernya tipe orang yang gampang capek cuma sedari dulu pengen banget sama yang namanya ke puncak, dan kebetulan pas masuk SMA ada ekstra PA ini.
Kembali lagi, pas saat itu karna aku berada dibelakang dan ngerasa ngga kuat. Ngerasa sebodo amatlah pokoknya aku pengen istirahat bentar. Disitu juga uda punya pikiran ngga peduli kalo sampe ditinggal, yang penting bisa istirahat. Sempet juga punya pikiran kalo ilang gimana cuma rasa capeknya lebih kuat dan akhirnya ngegletakin badan di jalan aja gitu. Tapi tiba-tiba ada cowok (yang aku yakinin itu adek kelasku walopun ngga tau namanya) dateng buat nemenin dan nyusuh buat bergegas buat lanjut perjalanan, tinggal sedikit lagi nyampe katanya. Yaudah, karna uda ngerasa lumayan ilang capeknya ngikut aja, toh aku juga ngga apal jalan. Sepanjang jalan menuju perkemahan ngga pake ngobrol, cuma dia ngebantu aku biar bisa sedikit cepet jalannya dengan menarik tanganku. Sekitar jam 1an kayaknya kita baru nyampe, dan kuputuskan untuk tidur di tenda daripada ikut ke puncak beberapa jam lagi. Sampai disitupun  aku masih percaya kalo yang bantu semalem itu adek kelasku, rombongan PAku sendiri. Tapi ngga tau kenapa pas pagi setelah semua yang abis dari puncak turun buat makan bareng di sekitaran tenda ngga ada yang ngebahas atau nanyain aku. Soalnya, pas itu aku juga lupa wajahnya (sampe saat ini juga masih ngga inget wajahnya dan ngga tau namanya). Jadi kayak ada yang ganjil gitu jadinya, tapi aku yakin yang ngebantuin itu adalah adek kelasku, tapi kadang kepikiran itu beneran apa ngga. Atau cuma semacam mimpi, tapi aku beneran ngalamin kejadian itu kok. Agak aneh kan >.<
Nah, mungkin orang yang saya maksud ini secara ngga sengaja nemuin blogku dan baca, aku cuma mau ngucapin makasih aja. Kepikiran trus soalnya antara nyata atau mimpi hahahaha :D

Jumat, 24 Januari 2014

Janjiku...

Gemetar rasanya aku memegang secangkir kopi ketika mengingat kejadian itu. Walaupun sudah beberapa tahun yang lalu, namun rasa itu masih belum sirna juga. Menyebalkan.
Suara deringan ponsel membuyarkan lamunanku. Terlihat nama Randi muncul dilayar.
"Hei Ran, ada apa ?" Sapaku pada Randi, dia adalah sahabatku. Bisa dibilang kami adalah teman semasa kecil dan saat ini kami kembali menjadi teman. Ya KEMBALI, karna dia teman yang pernah menjadi pacarku dan kini kami kembali berteman seakan tak pernah terjadi apa-apa. Namun aku bersyukur berakhir seperti itu daripada seperti orang asing.
"Lagi apa Nes ?...." Tanya Randi basa-basi, bulan depan Ia akan pergi merantau karena dia mendapatkan pekerjaan dan akan meninggalkan Kota ini secepatnya. "...Kamu ada waktu kapan ? Bisa ketemu sebentar kan, yahh itung-itung perpisahan kita terakhir deh". Randi melanjutkan.
"Hemmm, boleh boleh. Aku ngikut aja dehh. Cuma berdua emang ?". Tanyaku, Aku berjalan menghampiri Nia yang sedari tiduran sambil membaca majalah. Itu anak hobi sekali memang maen kerumah. Aku menawarkan kopi padanya dengan isyarat. Nia hanya menggeleng dan menyuruhku untuk melanjutkan teleponku.
"Sama Nara Nes, dia calonku hehe, aku sengaja mau ngenalin kekamu sekalian. Kebetulan dia besok mau kerumah. Kita mau nikah Nes, tau Nara kan Nes ? dia temennya Dirga. Hahahaha kocak deh pokoknya dulu awal ketemu. Udah lama kita ngerencanain ini, dan sebelum aku keluar kota ini kita nikahnya Nes........". Randi terus saja bercerita kegembiraannya padaku. Sedangkan aku hanya mendengarkan dan tanpa kusadari air mataku jatuh.
"Aku bahagia untukmu Ran". Aku berusaha menyembunyikan suara beratku, potongku. Kemudian aku menutup telepon dengannya. Nia hanya bingung yang melihatku seperti itu.
"Randi Ni, Randi. Dia mau nikah. Akhirnya doaku terkabul. Dan aku menepati janjiku kan Ni ? Iya kan Ni ? Aku akan bahagia ketika dia sudah menemukan perempuan yang baik. Lalu apa yang kurasakan saat ini Ni, Apakah aku sudah benar-benar merelakannya ? Aku sudah menepati janjiku tapi mengapa hatiku sangat sakit ketika mendengarnya Ni". Tangisku pecah, aku memeluk Nia. Nia berusaha mengusap air mataku dan menenangkanku.
"Buktikan janjimu Nes dengan datang ke pernikahan Randi sebagai teman terbaiknya". Ucap Nia.

Minggu, 19 Januari 2014

Curhat Berhadiah~~

Alohaa~~~ *nari2 ala penari hawai*
Tesis ngadat, tontonan lancar. Dohh!! x_x
Baiklah, ngomongin yang lancar dulu aja *lah /plak hahahaha
Sumpah lagi ngga niat banget mikirin kuliah, uda ngga ada semangat sama sekali. Beli dimana ya semangat *kemudian nangis dipojokan* T___T

Dannn gara-gara hal pertama yang terhambat itu, akhirnya saya terjebak masa lalu 'comfort zone' buat mantengin lepi. Bukan, bukan buat ngerjain tesis, tapi nonton drama korea. Behhh, berasa kek kena narkoba gitu, ketagihannya duileh dahhh pokoknya. Pertama okeelah ya, mayan pegel loh nonton 1 drama yang episodenya nyampe 16-20 an. Itu biasanya kelar dalam 3 sampe 5 harian (tergantung nontonnya) tapi akibatnya mata bengkak antara nangis sepanjang nonton sama gara-gara begadang maraton drama x_x
Tapi sekarang hemm bahkan sampe ada yang diulang lagi buat nontonya, duhduhhhhh ckckckck!!
Nah, gara-gara itupun ini iseng malah mau bikin rekomedasi drama korea yang beberapa udah aku tonton hahahahaha *ujung2nya xDDD. Tapi urutan ngga berdasarkan tingkat kesukaan atau emang ratingnya bagus sih, cuma mau ngasih rekomendasi aja gitu hehe....


1. School 2013, ini karna beberapa hari yang lalu baru kelar nonton aja sih. Sebenernya ini juga bukan termasuk baru tapi juga ngga jadul. Cuma telat nonton aja hahaha. Ini nyeritain lebih ke kehidupan pribadi murid-murid di 1 kelas itu yang dengan segala macem persoalan, bahkan bisa dibilang berlebihan kayak kekerasan di sekolah, dll gitu. Mungkin awalnya kalo baru nonton kesannya ini drama lebay banget dengan segala macem kasusnya. Tapi kalo udah nonton episode spesialnya itu jadi ngerti. Dan emang rata-rata kehidupan sekolah disana kayak gitu. Agak ngeri dan sedih sih yaa haha. Tapi yang paling demen nih karna yang maen Lee jong suk dan Kim woo bin khkhkhkhk~ so hot~. Intinya sih ini drama bagus bangetlah, tentang persahabatan mereka, permasalahan yang diluar kewajaran, dan yang pasti banyak hikmah lohh dibalik drama ini hihii :D



2. I Hear Your Voice 2, kalo ini uda beberapa bulan yang lalu aku nontonnya. Masih sama pemeran utamanya si cakep Lee jong suk hahahaha. Buat anak hukum, coba dehh nonton ini keren lohh!! Mungkin awalnya agak males ya nonton drama tapi kok latar belakangnya tentang hukum. Tapi jujur, patut dicoba. Ini nyeritain tentang pengacara publik yang tekadnya tuh kuat banget buat ngebela 'terdakwa'. Tau sendiri kan yang namanya pengacara publik itu biasanya emang buat nyediain bagi mereka yang membutuhkan tapi ngga bisa nyewa pengacara profesional. Misal aja nih ya kayak di Indonesia, nenek-nenek maling rambutan dituntut dengan kurungan dan denda sekian dibanding sama yang korupsi bermilyar-milyar tapi penjaranya malah di Rumah Sakit karna alesan kesehatan *pret. Disini ada contoh yang hampir sama kayak gitu, dan si pengacara publik itulah yang membuktikan bahwa didalam hukum terkadang terselip hati nurani untuk mempercayai alasan si nenek yang mungkin kita ngga tau ketimbang "alesan kesehatan" koruptor yang jelas-jelas merugikan negara. Banyaklah kasus yang diangkat di drama ini, dan lumayan nambah pengetahuan(?) hahaha. Disini si Jongsuk punya kelebihan dia bisa denger yang orang lain ucapkan dalam hati gara-gara kecelakaan yang menimpanya dan berlanjut seru pokoknya ^^


3. A Gentlement's Dignity, ini drama kocak aja sih kalo menurutku hahaha. Ini juga rekomendasi dari temen. Awalnya males nonton karna ngga suka sama yang maen. Tapi setelah ditonton bagus jalan critanya hohoho. Tapi ngga melulu kocak kok, ada sedihnya, romantisnya, anehnya. Komplitlah. Pokoknya kisah 4 sahabat yang lagi berada di usia matangnya (41 tahun) hahahaha






4. The Heirs, buat pecinta drama korea siapa sih ngga tau tentang drama satu ini, ratingnya tinggi. Yang maen bikin mata melek semua. Ceritanya juga bagus. Udeee tonton ajaaa~









5. Reply 1997, drama ini alurnya maju mundur gitu sih, jadi pas reuni itu mereka kembali mengenang masa sekolah dimana di usia anak SMA lagi jatuh cinta, ngefans sama idolanya sampe fanatik, persahabatan sederhana. Tapi kemasannya bagus jadi emang layak tonton. Nah, kalo yang baru ada juga Reply 1994, dibilang sequel juga bukan karna ngga nyambung, cuma karna alur ceritanya dan sutradaranya sama aja makanya bikin lagi, cuma karna ngga begitu suka yang yang maen jadi tetep '97 yang jadi favorit :D yang maen ada si Seo In Guk soalnya sama Eunji A-Pink hahahaha~

Kalo dijabarin semua, bisa sampe subuh ini ngetik. Itu dulu aja yakkk, besok lanjut lagi dahhhh. Masih banyak sebenernya cuma capek khkhkhkhkhkh~
Mayan kan, dari curhatan ngga jelas malah ngasih rekomendasi tontonan drama hahahahaha~
Dadahhhh Babaaaiiiiiiiiiii *melambaikan tangan* *angkat bendera putih* *tarik selimut* zzzzZZZZZ~

Rabu, 18 Desember 2013

Separuhku

Sejauh ini aku melihat Danar adalah aku versi lelaki, aku tidak pernah merasa senyaman ini ketika bersamanya, atau lebih tepatnya aku terlalu nyaman berada didekatnya. Walaupun pada kenyataannya kami hanyalah 2 orang yang dulu pernah jatuh cinta dan merasakannya bersama. Tidak seperti saat ini, karena status yang aku dan dia miliki hanyalah teman, namun kami masih selalu bersama, dan menjaga komunikasi.
Aku adalah tipe perempuan yang gampang sekali merasa ilfeel, namun hal itu tidak berlaku bagi Danar. Da adalah pengecualian yang sampai saat inipun aku masih heran dan aneh. Aku sudah melakukan banyak hal dengannya. Duduk bersama dan asik dalam buku bacaan masing-masing, memasak mi instan dan memakannya bersama, menonton tv, mendengarkan musik dan bercanda. Rasanya sungguh menyenangkan. Aku tak habis pikir, kini aku merindukan keberadaannya yang akhir-akhir ini berada jauh dariku. Separuh Ingatanku hanya terisi kenangan bersamanya, setiap tempat yang aku dan Danar kunjungi selalu memenuhi benakku.
Aku berdiri dan berjalan kearah cermin, yang terpantul bukanlah diriku. Pikiranku memberikan perintah bahwa yang berada dalam bayangan cermin tersebut adalah Danar. Aku sungguh merindukannya saat ini. Sejenak, bayangan lain muncul. Bayangan diriku yang membuat Danar pergi menjauh adalah bayangan yang sangat kubenci. Tanpa terasa air mengalir dari sudut mataku karena aku mengingat dalam bayangan sebuah cermin. Bayanganku yang menjauhkan diriku darinya. Aku sendirilah yang membuatnya seperti ini. Seketika badanku terasa lemas, aku jatuh terduduk. Isakan tangisku tak mau juga berhenti. Aku ingin sekali meminta maaf kepadanya, aku ingin sekali bahwa yang kulakukan adalah agar tetap ingin bersamanya, namun aku tak sanggup ketika aku melihatnya yang selalu kesakitan. Aku sengaja menjauhinya agar dia membenciku. Untuk kebaikannya. Kebaikan yang membuatku juga merasakan sakit.

Mr. D

Dari : Khia

Syennnnn, aku barusan liat si Mr. D hahahahaha~

Begitu aku membaca pesan dari Khia, jantungku langsung berdebar dengan kencang. Bagaimana tidak ini adalah 2 tahun aku sudah tidak pernah melihatnya lagi. Aku menyebutnya Mr. D agar tidak begitu mencurigakan bahwa aku selalu memperhatikannya semasa kuliah dulu. Lucu memang, dia adalah kakak kelasku. Ahh... tiba-tiba ingatanku kembali pada masa-masa tersebut, dimana aku hanya bisa memandangnya dari jauh sambil tersenyum. Bahkan ketika kami bisa satu kelas, aku hanya akan fokus terhadapnya. Aku tidak berani menyapanya sama sekali, karena hemm mungkin dia seorang kakak kelas dan aku memang tidak berani menyapanya. Kalau diingat-ingat kadang menyesal juga. Namun mau bagaimana lagi, aku rasa aku cukup senang walaupun hanya mengaguminya. Mengaguminya yang selalu menyempatkan ke Mushala kampus, mengaguminya yang selalu berjalan lurus dihadapanku, mengaguminya yang selalu membuatku tersenyum tanpa alasan.
Pernah sekali aku mendapatkan nomor teleponnya, seharian aku memikirkan bagaimana caranya untuk memulai berkomunikasi dengannya, namun selalu berakhir dengan mengetik beberapa kata kemudian kuhapus lagi sampai akhirnya tidak aku kirim. Ahh, benar. Aku memang tidak berani.
Beberapa kali aku juga ingin sekali Ia mengetahui keberadaanku, namun justru aku sendirilah yang selalu membuatnya gagal sepertinya. Ingin rasanya aku mempunyai mesin waktu dan kembali ke masa itu, aku harap saat itu aku bisa mengungkapkan perasaanku terhadapnya. Tapi bagaimana bila memang aku menyatakan perasaanku terhadapnya? Apakah aku akan selalu mengaguminya sampai saat ini. Mungkin Tuhan memang mengaturnya seperti ini. Hanya dapat mengaguminya. Karena dari awal sudah mengagumi, berbeda dengan ketika kuputuskan untuk menyukainya, mungkin jalan cerita hiduku juga akan berubah karena menyukainya akan membuatku mempunyai keinginan untuk memilikinya. Namun aku lebih memilih mengaguminya. Iya, mengaguminya dengan apa adanya, tanpa berlebihan.

Rabu, 11 Desember 2013

Perempuan itu Aku

Tinggal jauh dari kota dengan segala hiruk pikuknya, jauh dari gemerlap kehidupan yang serba ada, atau bahkan tau saja mungkin tidak. Harum seorang gadis berusia 10 tahun yang hidup dengan sederhana dirumah yang beralaskan tanah dan beratapkan daun kering. Di tembok yang terbuat dari kayu terselip kertas seukuran buku yang menggambarkan perempuan cantik hasil karyanya sendiri. Entah mengapa dia terpikir untuk menggambar seorang perempuan, dengan senyuman lebar tentunya. Setiap bangun tidur, hal pertama yang dilihatnya adalah gambar perempuan tersebut, dan Harum akan ikut tersenyum dan semangat untuk memulai harinya dengan berangkat bersekolah. Hal itu dilakukannya seetiap hari.

                   12 Tahun Kemudian

Harum duduk dibangku dekat taman menikmati udara yang sejuk dipagi itu, kegiatan ini selalu ia lakukan ketika mempunyai cukup waktu. Karena akhir-akhir ini dia tengah disibukkan dengan ujian, dan ia sungguh tak sabar ingin segera pulang bertemu dengan orang tuanya.
Harum kembali tersenyum, dan kini meneteskan air mata. Tangganya bergetar ketika memegang kertas yang diselipkannya didalam buku.
Ayah, Ibu, perempuan yang aku gambar ini adalah aku. Terimakasih telah membesarkanku tanpa lelah. Terimakasih telah mengajarkanku bagaimana untuk tidak berhenti berharap dan berusaha. Perjalanan berkilo-kilo meter ke sekolah yang kutempuh dulu sepadan dengan apa yang aku terima sampai saat ini. Dan Terimakasih untuk selalu mengajarkanku cara bersyukur. Bersyukur yang tanpa lelah.
Perempuan yang tersenyum di kertas yang lusuh itu kini terganti dengan senyumanku, dan senyuman bangga kedua orangtuaku.

   "Setelah menyelesaikan studiku disini, aku akan pulang ke Indonesia. Harum. New Zealand."

Tulisku pada kertas bergambar perempuan tersenyum itu.

Desember Ketiga

Percaya atau tidak, ini adalah desember ketigaku. Yang aku ingat desember 3 tahun yang lalu sungguh membuatku selalu tersenyum layaknya pertama kali melihat pelangi didalam hidupku. Namun senyumanku tak bertahan lama. Seperti desember yang selalu ditemani dengan hujan, begitu pula dengan desemberku yang penuh dengan air mata. Sedih sudah tentu, namun aku lebih memilih berteman dengan keadaan.
     Hei, Apa kabar ?
Sejenak kuperhatikanlayar ponselku, setelah mengetik pertanyaan itu kuputuskan untuk menghapusnya saja. Ingin rasanya aku menanyakan kabar tentangnya.
"Ngapain sih La daritadi melototin handphone terus? Lagi nunggu telpon penting?" Dinda yang sedaritadi menulis laporannya menjadi gerah mungkin ketika melihatku seperti ini.
"Ini Din, bingung. hehe" Aku hanya tertawa sambil garuk-garuk kepala yang tak gatal.
"Bingung kenapa? Eh si Yuda apa kabar? Masih kontak-kontakan kan sama dia?". DEG. Entah Dinda sengaja menyebut namanya atau memang dia tidak tau. Namun aku tidak bisa menyembunyikan perasaan gelisahku ketika mendengar namanya. Padahal setelah aku tidak lagi bersamanya, aku dan dia masih menjalin persahabatan dengan baik, tapi memang akhir-akhir ini sepertinya dia sedang berusaha menjauh. Kalau dipikir-pikirpun cukup aneh memang bisa berteman dengan mantan sendiri. Dan aku lebih merasa aneh karena aku masih belum bisa menghilangkan perasaanku terhadapnya sampai saat ini. Aku selalu merasa nyaman didekatnya. Walaupun sebagai sahabat rasanya senang. Klise memang. Namun aku lebih takut kehilangannya sebagai sahabat. Aku berharap desember ini akan muncul pelangi kedua bagiku. Karena hujan telah membawa sedihku dan menggantikannya dengan pelangi. Dan pelangi itu adalah dia sebagai seorang sahabat lagi. Tanpa canggung. Tanpa ada yang berubah diantara kita. Tanpa melupakan memori.

Rabu, 04 Desember 2013

Aku Ingin Hilang Ingatan

Terkadang orang dengan seenaknya bilang "Aku ingin hilang ingatan" ketika Ia merasa tertekan dalam suatu keadaan, dan entah mengapa ketika hubunganku dengannya berakhir seakan-akan kalimat itu yang selalu ada dalam pikiranku. Iya, aku ingin sekali menghapus ingatanku terhadapnya. Bukan karena aku membencinya, namun karena rasa yang begitu mendalam justru membuatku ingin melupakannya. Namun semakin aku berusaha melupakannya, justru hal sebaliknya yang terjadi. Hitungan tahunpun tak sanggup kubayangkan.
"Heiii......". Seorang sahabat membuyarkan lamunanku untuk kesekian kalinya. Indah.
"Oh iya Ndah sorry, biasalah kalau hujan gini kan bawaannya ikutan sendu hehe". Aku mencoba tersenyum dibalik pikiranku yang pergi entah kemana. Hujan. Iya, dia membenci hujan dan aku menyukai hujan. Aneh bukan ? Dan aku berharap hujan pulalah yang akan menghapus memoriku ini.
"Apa sih yang lagi kamu pikirin Nat ? masih mikirin tentang dia lagi ? dua tahun Nat dua tahun kamu kayak gini terus. Masih banyak lelaki yang lebih baik darinya Nat". Kata-kata seperti itu sudah ribuan kali kudengar, namun perkatannya tidak dapat menandingi ingatanku tentangnya.
"Hahahaha kamu ada-ada aja deh Ndah, aku ngga mikirin dia sama sekali. Kamu tau kan aku suka sekali dengan hujan ? Aku sedang menikmati setiap tetesan airnya, bau tanah yang terkena air hujan, suara air hujan yang bergemuruh, yang saling berlomba untuk jatuh duluan. Teduh Ndah". Aku kembali menengok kearahnya dan tersenyum. Tiba-tiba rasanya sesak sekali dadaku ini ketika aku berbohong dengan kalimat yang cukup panjang seperti itu.
"Dan kamu salah Nat kalo masih nganggep aku orang lain". Indah meletakkan majalah di meja belajarku dan menghampiriku kearah dekan jendela. Dia duduk menyebelahiku, kemudian menyodorkan sepotong kartu ucapan kepadaku. Aku menerimanya dengan perasaan tak menentu.
"Bahkan kamu masih menyimpan kartu ucapan ulang tahunmu darinya Nat, masih bisa bohong kamu sama aku ? Lucu sekali kamu ini". Indah masih saja melanjutkan kalimatnya. Bodohnya aku yang masih selalu saja menyimpan barang-barang yang berkaitan dengannya di sembarang tempat. Aku terus merutuki diriku sendiri. Mungkin melupakan memang tak semudah kalimat "Aku ingin hilang ingatan" tapi melupakan juga bukan salah satu cara yang baik. Mengenangnya akan terasa lebih baik sepertinya. Mengenang bukan berarti melupakan atau menghapus ingatan kita, namun mengenang adalah berjalan kedepan dengan senyuman.

Cara Memotong Video

Hey hoooo~~~
Kembali lagi donggg eike khkhkhkhk^^ kali ini akunya mau sharing ilmu *halahhh sok banget* soal cut menge-cut video nih. Soalnya kondisi yang mengharuskan bisa muahahaha /plak
Jadi, perhatikan dengan seksama dalam tempo yang sesingkat-singkatnya yakkk :D

1. Buka aplikasi "Video Dub" (nah buat yang belom punya bisa download dulu yaaa, ato kalo temennya uda punya tinggal pinjem lepinya aje buat numpang nge-cut hahahaha)

Ini aplikasinya
2. Klik "Open File"


3. Pilih video yang mau di cut, trus klik Open


4. Nanti munculnya gini, trus tinggal klik "Play"


5. Nah, trus tentuin dari mana video itu mau di cut (awalannya) dan klik "Stop"


6. Klik "Trim Left" (yang dikasih tanda panah merah)


7. Trus tentuin sampe mana video itu mau di cut, (yang BIRU itu artinya panjang video yang bakalan kita cut) klik "Stop" (lingkaran MERAH), baru klik "Trim Right" (panah HIJAU)


8.  Klik "Delete" (panah KUNING)


9. Klik "Save Video"


10. Nah, selesai dehh. Jadi di folder nanti bakalan muncul 2 video. Yang ada tulisan cut dan aku lingkarin merah itu hasilnya. Yang satunya itu file video yang asli.


11. Selamat Menonton :)


Gimana gimana ??? simple kan kan kan kannnn ??? semoga bermanfaat aja yakk :D
Selamat Mencoba =)

Senin, 02 Desember 2013

I'm Back!! Yeah! I'm BACKKK!!! hahahahaha

Hellooooowwww good people :) lamo tak jumpo khkhkhkhkh~ lagi tumben banget ini pengen mulai ngeblog lagi setelah sekian lama tak menghuni blog angker ini hoho. Cuma mau crita sedikit sih, kebetulan kemaren iseng ngeberantakin kamar. Buang baju, buang komputer (horang kayahhh) xD Jadi ceritanya kemaren abis bongkar lemari belajar jaman bahula gitu, dan finally nemuin barang-barang yang mungkin bisa dibilang langka #tsaahh

Disket jaman SMP~~~~
Tau kan kalian padaan itu apaan ??? Yepp!! itu disket mennn, ihh takjub lohh ternyata masih aku simpen aja. inget banget itu disket adalah salah satu peralatan sekolah pas jaman SMP buat MAPEL (Mata Pelajaran) komputer *gaul kan boo bahasanya mapel* /plak Penasaran sih sebenernya isinya masih ada apa kagak dan apaaa gitu kalo emang masih ada, tapi sayang kompinya uda wafat :'( *elus2kompi *taburbunga yaudah dehh buang jauh-jauh itu impian #halahhh 
Seperangkat alat sholat /plak hahaahahh~

Ini semacam kamusnya bahasa jawa kalo ada yang ngga tau ;p


Nahhhhh, kalo yang ini pada tau dan pernah ada yang punya ngga ?? haha. Buat orang jawa mungkin tau dan punya kali yaa Pepak Basa Jawa. Asliii itu buku dari jaman SD aku trus turun temurun buat adek bahkan tetangga lohh yang minjem buat pegangan disekolah. Keren kan eike macem perpustakaan gitu aja pinjem2an xD *memandanglesu *rapiincoverbuku *solasi *kemudianLEMPARRRRR ._. lempar masukkan lemari lagi maksudnya. Trus ada lagi nih.........

Sheila on 7 sama Ada band nihh ^^
Jaman sekarang mungkin uda jarang banget kali yaa dengerin lagu yang modelnya macem itu. seenggaknya kudu punya tape ato walkman yang cukup canggih (pada masanya) untuk sekedar ngedengerin lagu yang kita suka. Itu dua kaset cuma beberapa sih, ada lagi nih koleksinya bapak aye yang lebih aduhai musiknya hahaha, macem lagunya si Meggy Z, trus Rita Sugiarto, ada ABBA juga, yaa gitu gitulah pokoknya. Beda sama jaman sekarang, HP udah tergeletak dimana-mana, bahkan anak TKpun bawaannya BB mennn ckckckckck. Nah bisa dehh tuh dengerin lagu dari HP. Kalo HP jaman dulu mah cuman polyponic (bener ngga sih tulisannya o.Oa) udah mayanlah yaaa, seenggaknya bisalah dengerin sebait dua bait intrumental(?) *halahhh* lagunya. Ngomong2 soal HP nih ternyata nemuin semacam apa yaaa, majalah khusus provider gitu. Buat yang dulu pake kartu Simp*ti pasti juga pernah dapet (ato bahkan dapet terus) sama yang namanya Simp*tiZone, nih aku kasih liat .....


khkhkhkh~

Bisa dikatakan kek majalah gitu kan walopun kecil hahahaha, iya jadi isinya ya gitu, ada kuis yang berhadiah jalan2 kemana kalo ngga salah, trus tentang info ya yang pasti. selaen itu yang bikin menarik itu yang menyediakan "free content" kayak gambar trus mono, midi sampe poly ringtone gitu. Caranya tinggal ketik apa gitu dan kirim, trus tar dapet dehh ahai banget hahahaha. Nih aku kasih liat juga ..... 

Ini salah satu halaman "Free Content" yang aku maksud :D

Gimana gimana ada yang inget ? ada yang tau ? ato ada yang masih punya ?? khkhkh~
Mian kalo judul sama isi kagak nyambung muahahahaha
Byeeeeeee!!!!! ^^~

Jumat, 14 Oktober 2011

Jomblo = Prinsip

taraaaaaaaaaaaa ...................... saya kembali..
hahaha.

mau curhat sedikit ini saya. maklum menjadi mahasiswi tingkat akhir bikin uring"an gara-gara nguber-nguber dosen, revisi, bolak balik ke dinas buat cari data. hemm ini baru awal yaaaa. wismilak Lah.

enaknya bahas apaan yakkk ??
KOREA ? ngga ahh ! uda terlalu banyak orang yg ngomongin korean dengan segala macem girlband dan boybandnnya. termasuk indonesia yg ngga mau kalah. ahaha.
KULIAH ? hemm mending ngga usah dehh yaa, daripada tar tidur pas baca ini blog.

*SATU ABAD KEMUDIAN*

behhh lama amat yee mikirnya. oke saya putuskan untuk membahas "sesuatu yahhh" yang sempet saya amati dari beberapa pembicaraan dengan temen-temen saya.
awalnya sih cuma ngobrolin soal cowok tapi lama kelamaan beralih ke pembicaraan yang rada serius gitu dehhh.
jadi menurut sebut saja namanya sepatu.
bunga sepatu red-
sepatu ini uda lama banget ngejomblo dan tekesan santai banget. dia ngga mau ambil pusing soal pacar. dia lebih asyik dengan dunianya dengan teman-temannya. dan setelah mendapat hasil dari diskusi serius ini *halah, kesimpulannya adalah dia belum yakin sama perasaannya yang ngga bisa ilang selama ini sama seseorang ang dulu pernah ada.
tapi kalo dipikir-pikir saya juga hemmm cukup setuju. kenapa cewek lebih betah dalam urusan jomblo menjomblo itu ya karna emang prinsip mereka yang belum mau atau mungkin malas untuk memulai adaptasi dengan orang yang baru lagi. jadi lebih memilih untuk mempertahankan perasaannya selama dia bisa.
ini critaku. apa critamu ?
blog ini dipersembahkan oleh mie kriting yang direbonding.

Rabu, 08 September 2010

Someone Watching Over Me

Found myself today
Oh I found myself and ran away
Something pulled me back
The voice of reason I forgot I had
All I know is you're not here to say
What you always used to say
But it's written in the sky tonight

So I won't give up
No I won't break down
Sooner than it seems life turns around
And I will be strong
Even if it all goes wrong
When I'm standing in the dark I'll still believe
Someone's watching over me

Seen that ray of light
And it's shining on my destiny
Shining all the time
And I wont be afraid
To follow everywhere it's taking me
All I know is yesterday is gone
And right now I belong
To this moment to my dreams

So I won't give up
No I won't break down
Sooner than it seems life turns around
And I will be strong
Even if it all goes wrong
When I'm standing in the dark I'll still believe
Someone's watching over me

It doesn't matter what people say
And it doesn't matter how long it takes
Believe in yourself and you'll fly high
And it only matters how true you are
Be true to yourself and follow your heart

So I won't give up
No I won't break down
Sooner than it seems life turns around
And I will be strong
Even if it all goes wrong
When I'm standing in the dark I'll still believe
That I won't give up
No I won't break down
Sooner than it seems life turns around
And I will be strong
Even when it all goes wrong
When I'm standing in the dark I'll still believe
That someone's watching over
Someone's watching over
Someone's watching over me

Someone's watching over me


ini lagunya hillary duff yang paling ngena di hati sih kalo menurutku ..
ngga tau knapa suka banget sama nih lagu, ngga bermaksud jadi orang metal saya (baca : melayu total) tapi beneran dehh ini lagu kek ngehipnotis gitu. lagi ngetrend juga kan skarang maen hipnotis gtu . dan saya salah satu korbannya boooo .. ckckckck. begitu cepatnya sampai saya terlena. hedeee apa dehh yaaaaa >.< *mulai ngaco*
sebenernya pertama kali denger nih lagu pas nonton filmnya si penyanyinya itu nohh. si mpok hillary yang judulnya raise your voice keknya kalo ngga salah. (kalo salah anggap saja saya bener ! plissss yaaaa *pake tetes mata* *pasang tampang semelas mungkin* dannnnnn NGRENGEK dimulai !)
asli hlohh pelemnya bagus dehh. film lama sih, tp ngga ada salahnya nyoba nonton. caranya gampang . nih aku kasih alternatif ......
1. beli dvdnya (kalo mampu)
2. cari pinjeman dvd orang (kalo punya)
3. nyewa di persewaan filmLah masa di persewaan kostum super hero !
4. download aja filmnya ! ribet bener si ahhh .

Nahhhhh, kalo masih ngga bisa pake keempat"nya tuh alternatif mending NGGA USAH PUNYA NIAT NONTON DEHHH ! ! ! !
opsss, mav mav sipenulis lagi labil stadium akut, jadi kalo ada yang ngerasa kehilangan barang harap ditanggung sendiri. sekian dan trimakasi.

jahe (baca : salam) hangat dari saya :)

Selasa, 31 Agustus 2010

Saya mau kembali ke Masa ITU ! ! !

pernah denger lagunya Zigaz yang Sahabat Jadi Cinta . ???
hemmm.
mau crita sedikit nih soal pengalaman seseorang .
bodo amat dahhh kalo tiba" orang yang mau saya omongin muncul dan baca blog saya ini. sekalian aja biar dia tau ! hahahahuhuhuu -_____-"

posisi seseorang diganti saya :p
Dia temen dari kecil saya, banyak banget hal yang ngga bakal saya lupakan terutama ketika menyangkut tentangnya.
satu hal yang entah sengaja ato tidak dia melakukannya, tapi justru ituLah awal saya merasa menjadi lebih nyaman lagi ketika berada didekatnya.
sampai pada akhirnya kita punya pacar masing2 . ketemu untuk sekedar menyapapun jarang. Tragis !

singkat crita, pas kita berdua sama2 putus. kita jadi deket lagii . [yeiiyyyyy . sumpah waktu itu seneng banget !]
awalnya si saya nganggep dia sebagai kakak *kakak ketemu gede* => suda menjadi rahasia umum haha.
Dannnnn eng ing engg . kita PACARAN ! wkwkwkwkwk [hepii bangetLah yaa saya] hampir bertahun-tahun memendam rasa akhirnya kesampean juga. tapi parahnya hal itu ngga semulus yang saya bayangin. kita putus di tengah jalan. dan sayaLah yang menjadi tokoh antagonis disini ! saya mendiamkannya selama seminggu. [maaffff]
Padahal saya pernah berkhayal hloo kalo dia bakal jadi suami saya . haha (sebegitu besar rasa yang kupunya terhadapmu) *yahhh kebuka dehhh* => smoga kamu tau !

alhasil smakin hari smakin jauh aja. lost contact tepatnya ! walopun jarak ruma kita...hemmmm *cukup jalan kaki*
tapi justru itu yang bikin saya menjadi sadar. saya kangen sama persahabatan kita. saya ngga pernah nyesel pernah menjadi bagian dari hidupnya dan dia menjadi bagian dari hidup saya. tapi kalo dikasih pilihan saya akan lebih memilih untuk tetap menjadi sahabat. karna ngga bakal ada yang namanya bekas sahabat ! hedeeee. jadi pengen balik ke masa itu bentar deh buat mrubahnya. ato mungkin ini emang jalan terbae, karna dengan begitu saya tidak akan terus terusan memendam rasa.
yaaaa. mungkin memang benar begitu !
okee, saatnya untuk menutup kisah lama dan menjadikannya sebuah kenangan terindah :)

kalo ditanya kecewa pasti iya, tapi selebihnya saya cukup merasa lega dengan keadaan saya sekarang ini.
Tuhan pasti telah menyiapkan seseorang yang special :) saya yakin itu !

Nb : ini bener2 kisah saya . hahahahaha.

Senin, 23 Agustus 2010

Ketidakpekaan -sebagian- Lelaki

hemmm ..
entahlah tiba-tiba saya kepikiran buat curcol sedikit ini. haha *ketauan dehhh*

Pernah ngga sih ngerasain dongkol yang segede jengkol . ?? [oppss, sorry ngantuk]
disini sih saya cuma mau menuangkan unek-unek aja soal kegondokan yang selama ini terpendam di jiwa terhadap sosok lelaki -kumat lebay- yaaa curcol gitu dehhh maksudnyahhh. haha.

Sering banget aku di bikin gonduk segede gajah sama cowok tentang sifat ketidakpekaannya sama seorang cewek !
walopun sebenernya aku bukan tipe cewek yang haus akan perhatian, tapi adakalanya juga kan kita -para perempuan- membutuhkan tindakan yang membuat kita tersenyum, walopun hanya sekedar perhatian kecil. itu sangat cukup berarti !
ngga usah muluk-muluk sampe harus kayak lagunya kenjen band ..
"kamu dimana, dengan siapa, semalam berbuat apa .." [gilaaaa, apal boookkkkk] /plak
intinya ketika sebuah pertanyaan mengenai gemana kabarnya aja itu udah lebih dari cukup, tapi kalo aku liat dari cara pandang [beberapa lelaki], mereka lebih banyak bertindak ketimbang hanya manis dimulut aja. misalnya aja dengan melihat senyum bahagia kita -perempuan-, mereka -lelaki- sudah tahu bahwa perempuannya baik-baik saja.
yes, that's right !
tapi pernah ngga kalian -lelaki- melihat perempuan lebih dalam lagi ??
ketahuilah, perempuan punya gengsi yang cukup gede. itu si menurutku. dan saya akuin juga kalo perempuan itu emang rada aneh. makanya coba dehh pelajari keanehan kita ! *nah loo*
jadi gini, kadang ketika kita sedang menghadapi masalah. sebenernya kita pengen banget jado orang tercerewet untuk menuangkan segala unek-uneknya. tapi justru ada seseorang yang tanya "kenapa?", khususnya lelaki. kita akan dengan segera menjawab "tidak ada apa-apa" dan pembicaraanpun berganti, ato yang lebih parahnya selese dengan jawaban tidak apa-apanya itu.
padahal dibalik semua itu kita pengen banget bisa nangis sekenceng-kencengnya, tapi kita berusaha buat nahan ego. bukan apa-apa ! tapi kita butuh sedikit 'paksaan' seperti "yakin ngga ada apa-apa?" atau "yauda nanti kalo mau crita,crita aja" walopun pada akhirnya tetep ngga mau crita. tapi justru hal yang terkadang mengganggu atau terkadang kita berpikir 'sok perhatian banget sih' mau ngga mau membuat kita jadi sedikit tersenyum mendapat perhatian, gombalan ato apapun ituLah. dan hal kayak gitulah uda cukup mengurangi kegelisaan kita.

walopun ngga smua perempuan dan lelaki seperti yang saya tulis tersebut. mngkin hanya sebagaian saja yang pernah mengalami hal semacam ini. TERMASUK SAYA !
hahaha.


*curcol malam-malam dapat menyebabkan tidak bisa tidur karena hasrat yang begitu besar pengen terus bercurcol ria*
hehe. [apa dehhhh]

Sabtu, 21 Agustus 2010

Saya Traweh, Anak kecil pada berusaha menjadi Haji Mabrur

Astagfirullah ....
kata pertama yang bisa terucap dari mulut saya ..
gemana engga ??
shalat teraweh saya kali ini kacau .. ngga konsen banget dahh pokoknya ..
tau knapa . ???
*ngelus dada dulu ahh*
gini nih kalo traweh banyak anak kecil pada bersliweran, mondar mandir pake acara nginjek sajadah orang seenaknya. kalo kakinya bersih sih ngga papa, nah kalo dia pas lari-lari ngga sengaja nginjek tahai kucieng gemana ???
hedeeee >.<

jadi inget sama ceramah pas traweh hari pertama dehh saya,
pas orang-orang lagi pada shalat, mreka si anak-anak kecil justru malah asyik belajar untuk menjadi Haji . hahahaha.
liat aja, lagi kusyuk-kusyuknya tuh anak kecil lagi sa'i (mondar mandir di depan saya, lari kesana kesini sama temennya) ..
trus ada juga tuh yang lagi lempar jumroh a.k.a maen lempar-lemparan kertasLah, daunLah, bukuLah, piringLah .. *nah looo ??* [opsss, kelepasan. maklumLah yaa kalo orang tua saya kerja di sango jadi pikirannya cuma piring]
Ket :
sango itu pabrik keramik yang bikin gelas piring dkk gitu dehhh.
Balik lagi !
nahh jelaskan kenapa saya rada senewen. ya iyalah, orang lagi bulan ramadhan masa anak-anak kecil itu uda duluan haji. hahahaha. dasar anak kecil !

ada satu kejadian lucu lagi nih, hahahahahaha. [belom crita gal] -____-a
ouh iya, hehe.
jadi gini, pas rakaat ke berapa gitu rada lupa akunya, ada anak kecil yang pindah ke depanku persis . yang bikin ngakak tuh dia gelar sajadah tapi kebalik *nah loo??* tapi dengan tanpa dosanya dia tetep aja shalat. hahaha. paraahhhh ! dan alhasil pas shalat jadi ngga konsen gara-gara ngliat tuh bocah sambil mikir. "pengen bantuin tuh bocah benerin sajadahnya dehh" ckckckck.

kapokkk dahhh besok-besok kalo mau traweh ngga mau lagi ditempat yang banyak anak kecilnya .

Selasa, 17 Agustus 2010

ngekos = bunuh diri !

well, akhirnya saya ngekos juga nih .
ohh God help me !
knapa pas ade saya ketrima di sekolah yang deket kampus pleburan, justru gantian akunya yang pindah ke tembalang .. maksud hati si biar bisa nebeng gtu kalo ngampus biar irit gitu kan yaaa, ehh yang ada malah jadi ngorot nih gara-gara ngekos ..
huwaaaaaa >.<

buat saya Galuh Purnama Putri ngekos itu sama aja bunuh diri cing !
why??? (mesti pada tanya kan) *kalo ada yang baca blog ini aja mah udah sukurrr*
ya iyalah, liat aja perbandingannya waktu jamannya kampus di pleburan dan saya bisa leha-leha di ruma sama kalo ngekos ditembalang .
pertama, di ruma kalo pas waktu makan ya tinggal makan. uda ada mami *hasyahh* yang selalu masakin buat kluarga . [itu karna akunya ngga bisa masak]. nahhh, kalo ngekos??? gemana mau makan sayaaaaaa?? haaa??? gemanaaaa????? masa iya tiap hari musti jajan kluar. duit darimane cing . kalo ada pohon duit si ngga papa.
kedua, jelasLah yaaa makin banyak aja nih ngabisin duit orang tuaaaa *lagi kesambet setan bijak* gemana engga . yang biasanya cuma dikasi uang jajan sebulan, skarang kalo ngekos ada duit kosan, duit makan, duit hidup, duit hura-hura, duit kalo mau ke toilet umum *hloh?* [ini sih bisa-bisanya saya aja biar nambah uang jajan. hahahahaha *gantian setan mata duitan yang nemplok*] yaaa pada intinya sih nambah beban gitu dehhh. [helooowwww...sadar gal, kamu idup itu udah beban woiiii ! astagfirullah. kalo kata bang roma itu TERLALUUUUU]
ketiga, engga ahhh, dua aja. bikin malu aja kalo banyak-banyak. jadi ketauan kan kalo ternyata saya emang ngga bisa ngapa"in .. ckckckck.

Minggu, 07 Maret 2010

Bener-bener AWALKU

yeeeeiiiyyyyyyyyy ...
akhirnya aku menongolkan diri juga ke blog yang suda usang ini ..

kali ini si aku cuma mau crita aja. uda seminggu ini aku jadi mahasiswi semester 4. dan seperti biasa, ngga tau kenapa juga ya kok angkatanku slalu aja jadi yang namanya kelinci percobaan dari jaman SD dulu sampe sekarang. kayak sekarang ini nih, di buku panduan si konsentrasi diambil pas tar semester 5 tapi ngga taunya ngga ada angin ngga ada ujan ada pengumuman CUKUP mendadak buat penjelasan soal penjurusan itu.
dan dalam waktu singkat 'cling' ...
kita uda disuru gitu aja buat milih Kebijakan ato Manajemen ..
yaaaahhhhhhhhh ..
secara aku uda ngga ada niat sama yang namanya kebijakan, alhasil aku terdampar deh di manajemen .. hahahaha.
smoga aja ini jadi awal yang baik buat aku dan kedepannya .. amin ya Allah.

trus ngga cuma itu doang, di semester ini aku juga terbebani sama jabatan Kabid bidang 2 PSC, haduuuhhhh ... aku kan ngga bisa gitu. belum berpengalaman red-
tapi bakal brusaha dehh akunya, smoga PSC juga bisa maju. itung" nambah pengalaman juga si buat berorganisasi gituu ..
lagian juga bisa buat nambah kesibukan juga sii .. hehehe.
oya semester 5 besok fisip bakal pindah ke tembalang booo ...
omaigosss ...
ini nih yang bikin aku ckup uring-uringan, dilema sama ngekos ato engga.

pilihan 1 => ngga ngekos
kampus di pleburan aja dari ruma jam6 kadang telat, gemana kalo di tembalang coba . ???
mau dari ruma jam brapa akuuuu .???? dan yang pastinya bakaln capek banget. ya Tuhan ngga bakal sanggup deh kayakanya aku.

pilihan 2 => ngekos
jelas pengeluaran juga nambah buat biaya kosan dan biaya hidup disono .. *bused dahh*
tapi cuma satu permasalahannya. aku ini uda terbiasa kalo di ruma masih "ibuuuu". nah loo. ..
ribet kan kalo ngekos. smuanya HARUS dikerjain sendiri .. huaaaaaaa >.<

fufufufufu ..
bingung dahhh ..
tapi sepertinya milih pilihan yang kedua, apalah daya tangan tak sampe. siap" buat mandiri. hahaha.
sekalian belajar kalo tar pas uda berkeluarga. XD

hehmmm ...
ngomong apa lagi ya enaknya ..
sebenernya banyak si yang mau aku critain, tapi males lebih mengusai diriku nih .. haha.

Jumat, 03 April 2009

Halte baru (?)

ihhh wOww ...
di Semarang ada halte baru ............
pengerjaannya sih uda lama, tapi kok ngga terlaksana ?
tau kenapa ?
karna blum ada bisnya...
hahahahha...
dan parahnya lagi tuh halte uda yang banyak kena coretan tangan sang "pelukis" ...
hadoooo....
belum juga di pake tapi uda kayak tempat tak berpenghuni ...

begh ..
mang inilah Indonesia raya tercinta kita ...
bisanya cuma ngerusak..
tapi tar kalo dia yang ngerasain kepunyaan dia yang dirusak malah ngomel" ...
kemana aja hey kamu sang "pelukis" ?

kalo mau jadi pelukis jangan kek gitu caranya dong .............
ngelukis di tembok Lo aja kalee...........


nah Lo ...
kok malah jadi sewot sendiri sih ...

yasudaLah ...
semoga aja kedepannya bisa jadi lebih baik ...
ayo dong bikin semarang biar bisa maju ...